
“Dan Diantara Tanda-tanda (Kebesaran) -Nya Ialah Dia Menciptakan Pasangan-pasangan Untukmu Dari Jenismu Sendiri, Agar Kamu Cenderung Dan Merasa Tenteram Kepadanya, Dan Dia Menjadikan Diantaramu Rasa Kasih Dan Sayang. Sungguh, Pada Yang Demikian Itu Benar-benar Terdapat Tanda-tanda (Kebesaran Allah) Bagi Kaum Yang Berfikir”
{ Q.S : Ar-Rum : 21 }
Insya Allah Acara Akan Dilaksanakan Pada :
Love Story
Di sebuah taman ilmu bernama Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, Allah pertemukan kami di Fakultas Syari’ah, program studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH). Aku lahir tahun 1999, ia tahun 1998. Meski usianya lebih dahulu setahun, takdir justru menempatkannya sebagai adik tingkatku.
Tahun 2018, aku tengah berada di semester 3, sibuk dengan amanah sekretaris DEMAFA, sedangkan ia baru menapaki semester 1. Pertemuan kami sederhana, sebatas senior dan junior. Kami sempat saling menyimpan kontak, namun tak pernah bercakap. Hanya diam-diam melihat story WhatsApp masing-masing, seakan dunia maya menjadi satu-satunya jendela perjumpaan. Pernah pula aku tersenyum lirih, membaca keluh kesahnya, “Ah, rupanya ia sedang berselisih dengan kekasihnya, wkwkwk.”
Ada satu kenangan yang masih melekat: kala lomba antar prodi digelar, ia ditunjuk mengikuti cabang Tilawatil Qur’an, sementara aku ditugaskan mendampingi dan mengantarkannya. Namun semua kembali seperti semula, sebatas senior dan junior yang berjalan beriring namun tak pernah bersua hati.
Tahun 2021 aku lebih dulu lulus, sedangkan ia baru menuntaskan studi pada 2023 karena sempat cuti. Setelah itu, kami benar-benar hilang kabar, seolah tak ada yang perlu dicari. Rupanya, Allah sedang menyiapkan cara yang lebih indah untuk mempertemukan kami kembali.
Hingga 11 April 2024, sebuah pesan datang dari nomor asing:
"Assalamu’alaikum. Mohon maaf sebelumnya ustadzah, boleh tanya🙏"
Pesan sederhana itu menjadi pintu takdir. Dari situlah ia menyampaikan kabar perjodohan yang diamanahkan oleh beliau-beliau mulia. Ya, beliaulah — Ning Nadya Naqsyabandiyah, Abuya Muhammad Hasan Naufal, dan Ning Balqis Husni Sulthon — yang menjodohkan kami dengan doa, restu, dan penuh barakah.
Maka pada 15 Juni 2025, amanah itu terwujud dalam sebuah ikatan suci. Lamaran dan akad nikah pun digelar, menjadi saksi bahwa Allah telah mempertemukan dua hati yang dahulu berjalan sendiri-sendiri. Namun usai acara, kami kembali ke pondok masing-masing: aku ke Pondok Putri Pusat Pesantren Zainul Hasan Genggong, dan ia ke Pondok Raudlatul Hasaniah 1 Pesantren Zainul Hasan Genggong.
Kini, dengan penuh rasa syukur, berkat doa Muassis Genggong dan seluruh Ashabul Bait, insyaAllah pada 05 Oktober 2025 kami akan kembali melangsungkan akad nikah sekaligus resepsi.
Kami yakin, cinta ini bukan sekadar pertemuan, melainkan takdir yang telah ditulis dan dipertemukan melalui wasilah mulia. Semoga rumah tangga kami kelak menjadi bahtera yang berlayar di samudera sakinah, berlabuh di dermaga mawaddah, dan bernaung di bawah teduhnya rahmah.
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami.
Dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.
Anda Juga Bisa Mengirim
Kado Fisik Ke Alamat Berikut :
Konfirmasi Kehadiran
Tiada Yang Dapat Kami Ungkapkan Selain Rasa Terimakasih Dari Hati Yang Tulus Apabila Bapak/ Ibu/ Saudara/i Berkenan Hadir Untuk Memberikan Do’a Restu Kepada Kami
Berikan Ucapan Spesial Anda Disini :
kumengundangmu.com